Aspek Budaya
Aspek-Aspek Budaya
A. Definisi Budaya
harfiah kata /budaya/ berasal dari bahasa sansekerta /buddhayah/ yaitu bentuk jamak dari /buddhi/ yang berarti budi atau akal. Budaya dapat diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan akal. Ada juga ahli yang menyatakan bahwa budaya berasal dari kata /budi-daya/ yang berarti daya dari budi, Jadi kata budaya atau daya dari budi itu berarti cipta,karsa dan rasa. Budaya sebagai kata benda sebenarnya merupakan terjemahan dari /culture/ (Inggris) atau /cultuur/ (Belanda) dan kata asing tersebut berasal dari bahasa Latin /cultura/ yang berarti pemeliharaan,pengolahan,dan penggarapan tanah.berikut ini adalah beberapa definisi tentang budaya menurut para ahli. Berikut ini adalah beberapa definisi tentang budaya menurut para ahli.
1 . Sir Edwar Burnett Tylor ,seorang ahli antropologi dari Inggris,pada tahun 1871 untuk pertama kalinya mendefinisikan budaya secara rinci sebagai pengetahuan,kepercayaan,kesenian,hukum,moral,kebiasaan,dan lain-lain kecakapan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat,kebiasaan,dan lain-lain.
2. Prof. Dr. Koentjaraningrat, seorang ahli antropologi Indonesia yang mendefinisikan budaya sebagai seluruh sistem gagasan dan rasa,tindakan,serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang dijadikan miliknya dengan cara belajar.
3. William A. Haviland,seorang ahli antropologi Amerika yang mendefinisikan budaya sebagai seperangkat peraturan yang standar,yang apabila dipenuhi atau dilaksanakan oleh anggota masyarakatnya akan menghasilkan perilaku yang dianggap layak dan dapat diterima oleh anggota masyarakatnya.
B. Wujud Budaya
Pengelompokan perwujudan budaya menurut Koentjaraningrat adalah sebagai berikuPengelompokan perwujudan budaya menurut Koentjaraningrat adalah sebagai berikut.
1. Sistem Gagasan,dalam wujud ini bersifat abstrak tidak dapat diraba atau difoto,hanya ada dalam pikiran tiap warga pendukung budaya yang bersangkutan. Sistem gagasan yang telah dipelajari oleh setiap warga pendukung budaya semenjak dini sangat menentukan sifat dan cara berfikir serta tingkah laku warga pendukung budaya tersebut. Itulah sebabnya wujud budaya dalam bentuk sistem gagasan ini biasa juga disebut sistem nilai buday1. Sistem Gagasan,dalam wujud ini bersifat abstrak tidak dapat diraba atau difoto,hanya ada dalam pikiran tiap warga pendukung budaya yang bersangkutan. Sistem gagasan yang telah dipelajari oleh setiap warga pendukung budaya semenjak dini sangat menentukan sifat dan cara berfikir serta tingkah laku warga pendukung budaya tersebut.
2. Sistem Tindakan Budaya dalam wujud ini bersifat konkret,dapat dilihat atau nyata. Untuk kegiatan terten,warga budaya tertentu melakukan serangkaian tingkah laku berdasarkan sistem atau pola yang tertentu pula.
3. Hasil Karya Manusia
Wujum budaya dalam kategori ini konkret,dapat dilihat,diraba atau difoto. Sebagai contohnya dapat kita lihat hasil karya manusia mulai dari proyek-proyek seperti industri-industri besar,pembangkit tenaga listrik sampai pada karya dalam bentuk benda-benda kecil seperti jarum.
C. Substansi Utama Budaya
Ada lima isi atau substansi utama budaya,yakni sebagai berikut.
1. Sistem Pengetahuan
Salah satu upaya manusia untuk mempertahankan dan mengembangkan budayanya adalah kemampuannya mengembangkan sistem kemampuan. Melalui sistem pengetahuan,manusia mampu beradaptasi untuk menyesuaikan hidupnya dengan alam sekitarnya juga mampu meningkatkan produktivitas kebutuhan hidupnya.
2. Sistem Nilai Budaya
Koentjaraningrat menyatakan bahwa sistem nilai budaya terdiri atas konsep-konsep yang hidup dalam pikiran sebagian besar masyarakat. Konsep tersebut berkenaan dengan hal-hal yang harus mereka anggap bernilai dalam hidup. Oleh karena itu,suatu sistem nilai budaya biasanya berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi kelakuan manusia.
3. Presepsi
Persepsi biasanya disebut juga sudut pandang dari seorang individu atau kelompok masyarakat mengenai suatu hal atau suatu masalah. Dalam hal tertentu sering adanya perbedaan presepsi antara yang satu dengan yang lain sehingga menjadi sebuah konflik yang memerlukan kesepakatan melalui musyawarah untuk meredakan konflik tersebut.
4. Pandangan Hidup
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Kedua) dijelaskan bahwa pandangan hidup adalah konsep yang dimiliki seseorang yang bermaksud menanggapi masalah tertentu. Misalnya,pandangan hidup seorang petani Jawa memandang bahwa tanah atau lingkungan alam sekitarnya tidak dapat terpisahkan dari diri mereka,itulah sebabnya mereka sulit untuk beralih mata pencaharian lain. Jadi pandangan hidup adalah suatu nilai selektif yang dianut oleh seseorang atau golongan tertentu.
5. Etos Budaya
Etos merupakan watak khas dari suatu kebudayaan yang tampak,seperti : gaya tingkah laku,kegemaran,moral.
semoga bermanfaat :)
sumber : Antropologi-Yadi Mulyadi
A. Definisi Budaya
harfiah kata /budaya/ berasal dari bahasa sansekerta /buddhayah/ yaitu bentuk jamak dari /buddhi/ yang berarti budi atau akal. Budaya dapat diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan akal. Ada juga ahli yang menyatakan bahwa budaya berasal dari kata /budi-daya/ yang berarti daya dari budi, Jadi kata budaya atau daya dari budi itu berarti cipta,karsa dan rasa. Budaya sebagai kata benda sebenarnya merupakan terjemahan dari /culture/ (Inggris) atau /cultuur/ (Belanda) dan kata asing tersebut berasal dari bahasa Latin /cultura/ yang berarti pemeliharaan,pengolahan,dan penggarapan tanah.berikut ini adalah beberapa definisi tentang budaya menurut para ahli. Berikut ini adalah beberapa definisi tentang budaya menurut para ahli.
1 . Sir Edwar Burnett Tylor ,seorang ahli antropologi dari Inggris,pada tahun 1871 untuk pertama kalinya mendefinisikan budaya secara rinci sebagai pengetahuan,kepercayaan,kesenian,hukum,moral,kebiasaan,dan lain-lain kecakapan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat,kebiasaan,dan lain-lain.
2. Prof. Dr. Koentjaraningrat, seorang ahli antropologi Indonesia yang mendefinisikan budaya sebagai seluruh sistem gagasan dan rasa,tindakan,serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang dijadikan miliknya dengan cara belajar.
3. William A. Haviland,seorang ahli antropologi Amerika yang mendefinisikan budaya sebagai seperangkat peraturan yang standar,yang apabila dipenuhi atau dilaksanakan oleh anggota masyarakatnya akan menghasilkan perilaku yang dianggap layak dan dapat diterima oleh anggota masyarakatnya.
B. Wujud Budaya
Pengelompokan perwujudan budaya menurut Koentjaraningrat adalah sebagai berikuPengelompokan perwujudan budaya menurut Koentjaraningrat adalah sebagai berikut.
1. Sistem Gagasan,dalam wujud ini bersifat abstrak tidak dapat diraba atau difoto,hanya ada dalam pikiran tiap warga pendukung budaya yang bersangkutan. Sistem gagasan yang telah dipelajari oleh setiap warga pendukung budaya semenjak dini sangat menentukan sifat dan cara berfikir serta tingkah laku warga pendukung budaya tersebut. Itulah sebabnya wujud budaya dalam bentuk sistem gagasan ini biasa juga disebut sistem nilai buday1. Sistem Gagasan,dalam wujud ini bersifat abstrak tidak dapat diraba atau difoto,hanya ada dalam pikiran tiap warga pendukung budaya yang bersangkutan. Sistem gagasan yang telah dipelajari oleh setiap warga pendukung budaya semenjak dini sangat menentukan sifat dan cara berfikir serta tingkah laku warga pendukung budaya tersebut.
2. Sistem Tindakan Budaya dalam wujud ini bersifat konkret,dapat dilihat atau nyata. Untuk kegiatan terten,warga budaya tertentu melakukan serangkaian tingkah laku berdasarkan sistem atau pola yang tertentu pula.
3. Hasil Karya Manusia
Wujum budaya dalam kategori ini konkret,dapat dilihat,diraba atau difoto. Sebagai contohnya dapat kita lihat hasil karya manusia mulai dari proyek-proyek seperti industri-industri besar,pembangkit tenaga listrik sampai pada karya dalam bentuk benda-benda kecil seperti jarum.
C. Substansi Utama Budaya
Ada lima isi atau substansi utama budaya,yakni sebagai berikut.
1. Sistem Pengetahuan
Salah satu upaya manusia untuk mempertahankan dan mengembangkan budayanya adalah kemampuannya mengembangkan sistem kemampuan. Melalui sistem pengetahuan,manusia mampu beradaptasi untuk menyesuaikan hidupnya dengan alam sekitarnya juga mampu meningkatkan produktivitas kebutuhan hidupnya.
2. Sistem Nilai Budaya
Koentjaraningrat menyatakan bahwa sistem nilai budaya terdiri atas konsep-konsep yang hidup dalam pikiran sebagian besar masyarakat. Konsep tersebut berkenaan dengan hal-hal yang harus mereka anggap bernilai dalam hidup. Oleh karena itu,suatu sistem nilai budaya biasanya berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi kelakuan manusia.
3. Presepsi
Persepsi biasanya disebut juga sudut pandang dari seorang individu atau kelompok masyarakat mengenai suatu hal atau suatu masalah. Dalam hal tertentu sering adanya perbedaan presepsi antara yang satu dengan yang lain sehingga menjadi sebuah konflik yang memerlukan kesepakatan melalui musyawarah untuk meredakan konflik tersebut.
4. Pandangan Hidup
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Kedua) dijelaskan bahwa pandangan hidup adalah konsep yang dimiliki seseorang yang bermaksud menanggapi masalah tertentu. Misalnya,pandangan hidup seorang petani Jawa memandang bahwa tanah atau lingkungan alam sekitarnya tidak dapat terpisahkan dari diri mereka,itulah sebabnya mereka sulit untuk beralih mata pencaharian lain. Jadi pandangan hidup adalah suatu nilai selektif yang dianut oleh seseorang atau golongan tertentu.
5. Etos Budaya
Etos merupakan watak khas dari suatu kebudayaan yang tampak,seperti : gaya tingkah laku,kegemaran,moral.
semoga bermanfaat :)
sumber : Antropologi-Yadi Mulyadi
Komentar
Posting Komentar